Ahli Ungkap Protein Sebelum Tidur Belum Terbukti Bantu Tidur

Ahli

Protein Sebelum Tidur Belum Terbukti Tingkatkan Kualitas Istirahat, Ini Penjelasan Ahli

Mengonsumsi makanan tinggi protein sebelum tidur sering dianggap dapat membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas istirahat. Namun, para ahli gizi menyebut belum ada bukti kuat bahwa kebiasaan tersebut secara langsung membuat seseorang tidur lebih nyenyak atau lebih cepat terlelap.

Baca Juga “Jaga Kandungan Aktif Skincare Tetap Ampuh, Ini Panduan Penyimpanan yang Tepat dari Ahli

Penelitian yang tersedia saat ini lebih banyak menemukan manfaat protein sebelum tidur terhadap pemulihan otot, rasa kenyang, dan pemenuhan kebutuhan nutrisi harian. Efek tersebut berbeda dengan peningkatan kualitas tidur yang masih membutuhkan kajian lebih lanjut.

Protein Malam Hari Lebih Berperan pada Pemulihan dan Rasa Kenyang

Ahli gizi Johannah Katz menjelaskan bahwa penelitian terkait konsumsi protein sebelum tidur belum menunjukkan hubungan langsung dengan perbaikan pola tidur. Menurutnya, manfaat yang lebih konsisten terlihat berkaitan dengan proses pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik.

“Penelitian mengenai protein sebelum tidur lebih kuat untuk pemulihan otot dan rasa kenyang pada pagi hari daripada untuk membantu seseorang lebih cepat tertidur atau mencegah terbangun di malam hari,” ujar Katz seperti dikutip dari Eating Well.

Protein memang memiliki peran penting dalam menjaga massa otot dan mendukung proses perbaikan jaringan tubuh. Karena itu, sebagian orang yang aktif berolahraga memilih mengonsumsi makanan berprotein pada malam hari untuk membantu kebutuhan nutrisi.

Camilan Tinggi Protein Bisa Membantu Mengatasi Lapar Malam

Ahli gizi Jennifer Scherer menyebut camilan berprotein tetap dapat memberikan manfaat bagi kelompok tertentu. Terutama bagi orang yang sering merasa lapar menjelang tidur atau belum memenuhi kebutuhan protein sepanjang hari.

Menurut Scherer, manfaat utama camilan tersebut adalah membantu mengurangi rasa lapar yang dapat mengganggu waktu istirahat. Efek ini bukan berarti protein secara langsung meningkatkan kualitas tidur.

Beberapa pilihan camilan yang dapat dikonsumsi dalam porsi kecil antara lain yogurt Yunani dengan buah, keju cottage dengan beri, atau edamame. Makanan tersebut menyediakan protein tanpa memberikan beban berlebihan bagi sistem pencernaan.

Waktu Konsumsi Perlu Diperhatikan untuk Menghindari Gangguan Tidur

Meski camilan protein dapat membantu mengendalikan rasa lapar, para ahli mengingatkan agar tidak mengonsumsinya terlalu dekat dengan waktu tidur.

Makan dalam jumlah besar sebelum berbaring dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut. Pada sebagian orang, kebiasaan tersebut juga berpotensi memperburuk gangguan refluks asam lambung.

Ahli gizi Erin Palinski-Wade menyarankan camilan malam mengandung sekitar tujuh gram protein. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memberikan rasa kenyang tanpa membuat tubuh terasa terlalu penuh sebelum tidur.

Kebiasaan Sehat Tetap Menjadi Faktor Utama Kualitas Tidur

Para ahli menilai kualitas tidur seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh pola hidup secara keseluruhan dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis makanan.

Menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengurangi konsumsi kafein menjelang malam, melakukan aktivitas fisik secara rutin, dan menciptakan suasana kamar yang nyaman menjadi beberapa langkah yang lebih terbukti mendukung tidur berkualitas.

Protein sebelum tidur dapat menjadi pilihan camilan bagi orang yang membutuhkan tambahan asupan nutrisi atau sering merasa lapar pada malam hari. Namun, hingga saat ini belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa konsumsi protein sebelum tidur menjadi cara khusus untuk meningkatkan kualitas tidur.

Dengan memahami manfaat dan batasannya, masyarakat dapat memilih pola makan malam yang sesuai dengan kebutuhan tubuh tanpa mengabaikan kebiasaan tidur sehat lainnya.

Baca Juga “7 curug di Bogor yang wajib dikunjungi, cocok buat treking dan healing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *