Kemenpar Pastikan Aktivitas Wisata Labuan Bajo Tetap Berjalan
Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kembali berjalan normal setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah Flores. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas selama aktivitas wisata berlangsung.
Baca Juga “Cara Menghitung Kebutuhan Air Harian Sesuai Berat Badan, Tak Harus 8 Gelas Sehari“
Menteri Pariwisata Widiyanti mengatakan wisatawan masih dapat berkunjung ke Labuan Bajo. Namun, wisatawan dan pelaku usaha pariwisata diminta mengikuti informasi serta arahan resmi dari otoritas terkait.
“Labuan Bajo tetap terbuka bagi wisatawan dan aktivitas pariwisata secara umum berjalan. Namun, kami tetap meminta seluruh wisatawan dan pelaku pariwisata untuk mengutamakan keselamatan,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Destinasi dan Akses Wisata Labuan Bajo Beroperasi Normal
Kemenpar melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus memantau kondisi destinasi, akomodasi, fasilitas publik, serta akses transportasi di Labuan Bajo dan sejumlah wilayah Flores.
Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (22/8) pukul 19.00 WITA, Taman Nasional Komodo masih menerima kunjungan wisatawan. Aktivitas pelayaran menuju kawasan tersebut juga berlangsung seperti biasa.
Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo turut beroperasi sesuai jadwal penerbangan. Aktivitas wisata di Gua Rangko juga berjalan normal dengan kondisi sarana dan prasarana yang dinyatakan aman.
Desa Wisata Compang Liang Ndara kembali menerima wisatawan pada Sabtu (22/8). Sementara itu, Desa Wisata Wae Lolos tetap melayani kunjungan selama kondisi di lapangan memungkinkan.
BPOLBF juga membuka layanan informasi bagi wisatawan. Layanan tersebut ditujukan untuk memberikan informasi mengenai kondisi destinasi serta aspek keamanan perjalanan setelah gempa.
Kemenpar Luruskan Informasi Pelayaran ke Pulau Padar
BPOLBF bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo juga memberikan klarifikasi mengenai informasi penutupan sementara pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo.
Keduanya menyatakan informasi mengenai penutupan tersebut tidak benar. Imbauan yang berlaku berkaitan dengan potensi gelombang tinggi dan angin kencang di kawasan Selat Sape bagian selatan.
Dari sisi konektivitas udara, Bandara Internasional Komodo tetap melayani penerbangan sesuai jadwal pada Sabtu (22/8).
Sejumlah pelabuhan yang berada dalam pemantauan juga masih melayani kapal dan penumpang. Layanan angkutan perintis tetap berjalan dan belum terdapat permintaan perubahan rute.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas wisata di Labuan Bajo masih dapat berlangsung. Namun, wisatawan tetap perlu mempertimbangkan informasi cuaca, kondisi laut, serta perkembangan gempa sebelum melakukan perjalanan.
Wisatawan Diminta Waspadai Kondisi Wilayah Flores
Kemenpar mengingatkan bahwa kondisi Labuan Bajo tidak dapat disamakan dengan seluruh wilayah Flores. Sejumlah daerah lain masih membutuhkan asesmen keselamatan dan penanganan pascagempa.
Widiyanti meminta wisatawan yang hendak melanjutkan perjalanan dari Labuan Bajo ke daerah lain untuk memeriksa informasi terbaru. Informasi tersebut mencakup kondisi destinasi, jalan, bandara, dan jaringan telekomunikasi.
“Kondisi setiap wilayah tidak sama. Karena itu, wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan dari Labuan Bajo menuju daerah lain di Flores kami minta selalu memeriksa informasi terbaru,” ujar Widiyanti.
Hingga Sabtu (22/8), sejumlah jalur darat utama di Flores telah kembali berfungsi. Namun, beberapa ruas jalan lainnya masih menjalani penanganan akibat dampak gempa.
BPOLBF juga mencatat ribuan gempa susulan terjadi setelah gempa utama Flores hingga Sabtu (22/8). Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kewaspadaan tetap diperlukan dalam aktivitas perjalanan.
Pemulihan Pariwisata Berjalan Bersama Pemulihan Flores
Kemenpar meminta wisatawan tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan selama berada di Labuan Bajo maupun ketika bepergian ke wilayah Flores lainnya. Informasi resmi pemerintah menjadi rujukan utama dalam menentukan perjalanan.
Pemulihan sektor pariwisata juga tidak hanya berfokus pada pembukaan kembali destinasi. Pemerintah menekankan pentingnya memastikan masyarakat terdampak memperoleh penanganan dan dukungan selama proses pemulihan.
Dengan kondisi Labuan Bajo yang kembali beroperasi, aktivitas wisata dapat terus berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan. Sementara itu, perkembangan kondisi di wilayah Flores lainnya perlu terus dipantau sebelum wisatawan memperluas perjalanan ke destinasi di luar Labuan Bajo.
Baca Juga “Menpar ajak semua pihak jaga kelestarian Bromo pasca-kebakaran“