Kenali Tanda Heat Exhaustion dan Heat Stroke

Heat Exhaustion dan Heat Stroke

Kenali Perbedaan Heat Exhaustion dan Heat Stroke Saat Cuaca Panas

Paparan panas dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama saat seseorang beraktivitas fisik di luar ruangan. Dua kondisi yang perlu diwaspadai adalah heat exhaustion atau kelelahan akibat panas dan heat stroke atau serangan panas.

Baca Juga “Pesona Tren Glazed Lips yang Dipopulerkan Hailey Bieber, Begini Cara Dapatkan Hasil Bibir Mengilap Bak Kaca

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Faisal Parlindungan, menjelaskan bahwa kedua kondisi tersebut memiliki tingkat keparahan yang berbeda.

Heat exhaustion terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan garam akibat paparan panas serta aktivitas fisik. Kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Sementara itu, heat stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis. Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu sehingga suhu tubuh meningkat sangat tinggi dan dapat mengganggu fungsi organ.

Gejala Heat Exhaustion yang Perlu Dikenali

Menurut Faisal, tubuh dapat menunjukkan sejumlah tanda ketika mengalami heat exhaustion. Gejala tersebut umumnya berkaitan dengan kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan meliputi banyak berkeringat, rasa haus, lemas, pusing, sakit kepala, mual, muntah, dan kram otot.

Faisal mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala tersebut, terutama setelah melakukan aktivitas fisik dalam kondisi panas.

“Heat exhaustion atau kelelahan akibat panas terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan garam dalam jumlah besar akibat paparan panas dan aktivitas fisik,” jelas Faisal.

Heat Stroke Memiliki Risiko yang Lebih Berat

Heat stroke memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan heat exhaustion. Kondisi ini terjadi ketika mekanisme tubuh untuk mengatur suhu tidak lagi mampu bekerja secara efektif.

Suhu tubuh dapat meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius. Pada tahap ini, gangguan fungsi otak dapat mulai muncul dan kondisi penderita dapat memburuk dengan cepat.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain kebingungan, sulit berkomunikasi, perubahan perilaku, bicara tidak jelas, kejang, dan penurunan kesadaran.

“Pada heat stroke, mulai muncul gangguan fungsi otak. Penderitanya dapat mengalami kebingungan, sulit berkomunikasi, perilaku tidak normal, bicara tidak jelas, kejang, hingga penurunan kesadaran,” kata Faisal.

Penurunan Kesadaran Jadi Tanda Penting

Faisal menyebut penurunan kesadaran menjadi salah satu tanda penting yang membedakan heat stroke dari heat exhaustion.

Karena berpotensi menyebabkan gangguan fungsi organ, heat stroke membutuhkan penanganan medis segera. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius.

Serangan panas dapat memengaruhi sejumlah organ, termasuk otak, ginjal, hati, dan otot. Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan gangguan pembekuan darah.

Karena itu, seseorang dengan tanda heat stroke tidak sebaiknya hanya ditangani dengan beristirahat di rumah. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.

Hentikan Aktivitas Saat Gejala Mulai Muncul

Faisal menyarankan masyarakat segera menghentikan aktivitas ketika mulai mengalami gejala akibat paparan panas.

Penderita sebaiknya berpindah ke tempat yang lebih sejuk dan tidak melanjutkan aktivitas fisik. Langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan panas sekaligus memberi kesempatan tubuh memulihkan kondisi.

Jika seseorang mengalami kebingungan, kejang, penurunan kesadaran, atau tanda heat stroke lainnya, pertolongan medis perlu segera dicari.

Kompres Dingin dan Cukupi Cairan

Pendinginan tubuh menjadi bagian penting dalam menangani dampak paparan panas. Informasi Kementerian Kesehatan yang dirujuk dalam laporan tersebut menyebut kompres dingin dapat diberikan pada area leher, ketiak, dan selangkangan.

Asupan cairan juga perlu diperhatikan untuk membantu mencegah dehidrasi. Namun, penanganan mandiri tidak boleh menunda pertolongan medis ketika muncul tanda heat stroke.

Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi tubuh selama beraktivitas di tengah cuaca panas. Munculnya pusing, lemas, mual, sakit kepala, atau kram dapat menjadi sinyal untuk segera beristirahat.

BMKG Ingatkan Risiko Aktivitas di Luar Ruangan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering selama musim kemarau.

BMKG menyarankan masyarakat menjaga kecukupan cairan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Penggunaan pelindung atau tabir surya juga dianjurkan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

BMKG juga menyarankan masyarakat memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Kondisi cuaca dapat berbeda antarwilayah dan berubah dalam waktu relatif singkat.

Waspadai Perburukan Gejala Akibat Panas

Heat exhaustion dan heat stroke sama-sama dapat berkaitan dengan paparan panas, tetapi tingkat kegawatannya berbeda.

Heat exhaustion dapat menjadi tanda bahwa tubuh mulai kewalahan menghadapi panas dan kehilangan cairan. Sementara itu, heat stroke dapat menyebabkan gangguan otak dan kerusakan organ yang mengancam keselamatan.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala sejak awal, menghentikan aktivitas ketika kondisi tubuh mulai terganggu, serta segera mencari pertolongan medis jika muncul tanda heat stroke.

Kewaspadaan tersebut semakin penting bagi masyarakat yang harus beraktivitas lama di luar ruangan selama periode cuaca panas.

Baca Juga “Sarapan telur dan roti selai kacang bantu jaga gula darah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *