Muslim Life Fair Perdana di Makassar Dorong Ekonomi dan UMKM Lokal
Expo Gaya Hidup Muslim Terbesar di Indonesia Timur
Pameran ekonomi dan gaya hidup muslim bertajuk Muslim Life Fair resmi digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 1–3 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Summarecon Mutiara Makassar dan menjadi penyelenggaraan pertama di luar Pulau Jawa.
Acara ini disebut sebagai expo muslim terbesar di kawasan Indonesia Timur, dengan menghadirkan ratusan pelaku usaha dari berbagai sektor. Muslim Life Fair tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga wadah kolaborasi ekonomi bagi pelaku usaha muslim.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menilai kegiatan ini memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya peran komunitas dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kegiatan ini bukan sekadar pameran, tetapi juga sarana untuk mendorong kontribusi UMKM dalam pembangunan daerah,” ujarnya saat membuka acara.
baca juga”Media Australia Soroti Kemacetan Bali Kian Parah“
Ragam Produk: Fesyen, Kuliner hingga Layanan Pendidikan
Muslim Life Fair menghadirkan hampir 200 tenant dengan berbagai produk dan layanan. Pengunjung dapat menemukan beragam pilihan, mulai dari kuliner halal, fesyen muslim, hingga produk premium dengan harga yang bervariasi.
Dalam kunjungannya, gubernur menemukan produk fesyen dengan harga mulai dari yang terjangkau hingga mencapai puluhan juta rupiah per item. Hal ini menunjukkan keberagaman segmen pasar yang disasar dalam pameran tersebut.
Selain sektor perdagangan, acara ini juga menghadirkan layanan pendidikan. Sejumlah sekolah Islam dan internasional membuka stan untuk memberikan informasi kepada orang tua terkait pilihan pendidikan anak.
Kehadiran sektor pendidikan ini menjadi nilai tambah karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam satu lokasi acara. Pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga mendapatkan informasi edukatif.
Dampak Ekonomi dan Antusiasme Pengunjung
Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia Sulsel, Khaidir Khaliq, menyebut bahwa kehadiran Muslim Life Fair di Makassar merupakan hasil upaya panjang selama lima tahun.
Ia menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari jumlah pendaftar tenant yang melebihi kapasitas yang tersedia. Bahkan, jumlah pendaftaran pengunjung secara daring juga melampaui ekspektasi panitia.
Panitia menargetkan sekitar 20 ribu pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Namun, angka tersebut diperkirakan dapat mencapai 40 ribu pengunjung dengan nilai transaksi lebih dari Rp6 miliar.
Tingginya minat ini menunjukkan potensi besar pasar muslim di Indonesia Timur, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis.
Fasilitas dan Dukungan untuk Pengunjung
Untuk meningkatkan kenyamanan, panitia menyediakan layanan shuttle bus gratis dari beberapa titik strategis, seperti pusat perbelanjaan dan tempat ibadah di Makassar.
Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan akses masyarakat menuju lokasi acara. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program sosial, seperti pembagian 200 ribu bibit tanaman.
Program tersebut bertujuan mendukung penghijauan dan ketahanan pangan di Sulawesi Selatan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa acara tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga aspek lingkungan dan sosial.
Penutup: Potensi Jadi Agenda Tahunan Ekonomi Kreatif
Muslim Life Fair di Makassar dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi agenda tahunan di Sulawesi Selatan. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, acara ini juga memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif di daerah.
Dengan tingginya partisipasi pelaku usaha dan pengunjung, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, komunitas bisnis, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan acara serupa, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal global.
baca juga”Demo Ricuh di Makassar, Massa Berjaket Ojol Kejar Mahasiswa hingga Masuk Kampus“