Pakar Jelaskan Peran Mitokondria dalam Menjaga Kesehatan Jantung
Kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik, pola makan, atau kebiasaan sehari-hari. Kondisi sel tubuh juga menjadi bagian penting karena setiap sel membutuhkan energi agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Pakar nutrisi Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao, menjelaskan bahwa mitokondria memiliki peran penting dalam proses tersebut. Struktur mikroskopis ini berada di dalam sel dan membantu mengubah zat gizi dari makanan menjadi energi.
Produksi Energi Sel Berhubungan dengan Fungsi Jantung
Menurut Dr. Sae-Lao, kebutuhan energi jantung berlangsung terus-menerus karena organ tersebut bekerja tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Ia menyebut kesehatan kardiovaskular perlu dipahami hingga tingkat seluler. Mitokondria menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan karena berhubungan dengan proses penyediaan energi bagi sel.
Baca Juga “Marion Jola Resmi Dilamar di Candi Prambanan, Gaun Cokelat dan Cincin Berlian Oval Jadi Sorotan“
“Kesehatan kardiovaskular yang baik dimulai dari tingkat seluler, yaitu di dalam mitokondria,” kata Dr. Sae-Lao dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi dari makanan. Dalam kondisi tertentu, suplementasi yang ditujukan secara khusus juga dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan nutrisi.
Namun, pemenuhan nutrisi tetap perlu ditempatkan dalam kerangka pola hidup sehat secara keseluruhan.
Penuaan Dapat Memengaruhi Kinerja Mitokondria
Dr. Sae-Lao menjelaskan kemampuan mitokondria dapat mengalami penurunan seiring pertambahan usia. Perubahan tersebut berkaitan dengan proses penuaan pada pembuluh darah atau vascular ageing.
Penuaan pembuluh darah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena kondisi sistem pembuluh darah berkaitan erat dengan fungsi kardiovaskular.
Karena itu, perhatian terhadap kesehatan jantung tidak cukup hanya dilakukan ketika seseorang mengalami keluhan. Upaya menjaga fungsi tubuh perlu dilakukan secara konsisten sejak usia produktif.
Sejumlah zat gizi juga disebut memiliki kaitan dengan sistem energi sel. Di antaranya alpha lipoic acid atau ALA, nitric oxide, kreatin, dan koenzim Q10 atau CoQ10.
ALA Berperan sebagai Antioksidan bagi Sel
Alpha lipoic acid merupakan salah satu senyawa yang dibahas dalam konteks dukungan terhadap fungsi sel. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari tekanan oksidatif.
ALA juga berkaitan dengan fungsi vitamin C dan vitamin E dalam sistem antioksidan tubuh. Sumber ALA dapat ditemukan pada sejumlah bahan pangan.
Beberapa di antaranya adalah bayam, brokoli, tomat, dan kubis Brussel. Senyawa tersebut juga terdapat pada organ dalam hewan, seperti hati dan ginjal.
Pemenuhan zat gizi melalui makanan menjadi bagian penting karena tubuh membutuhkan beragam nutrisi untuk menjalankan berbagai proses biologis.
Nitric Oxide Mendukung Aliran Darah
Zat lain yang mendapat perhatian adalah nitric oxide atau oksida nitrat. Senyawa ini membantu menjaga pembuluh darah tetap rileks sehingga mendukung kelancaran sirkulasi darah.
Tubuh dapat menghasilkan nitric oxide dari nitrat yang diperoleh melalui makanan. Sayuran seperti bayam dan bit merupakan beberapa sumber pangan yang mengandung nitrat.
Aktivitas fisik secara rutin juga disebut dapat mendukung proses yang berkaitan dengan nitric oxide. Karena itu, pola makan sehat dan olahraga dapat saling melengkapi dalam menjaga fungsi kardiovaskular.
Kreatin dan CoQ10 Mendukung Sistem Energi
Kreatin juga memiliki peran dalam penyediaan energi. Senyawa tersebut dapat ditemukan pada bahan pangan seperti daging merah dan ikan.
Dalam konteks jantung, kreatin berfungsi sebagai salah satu cadangan energi yang dapat digunakan oleh otot jantung. Ketersediaan energi menjadi penting karena jantung harus terus bekerja sepanjang waktu.
Sementara itu, koenzim Q10 atau CoQ10 terlibat dalam proses pembentukan energi di dalam sel. Senyawa tersebut juga memiliki fungsi antioksidan yang membantu melindungi sel.
CoQ10 dapat ditemukan dalam berbagai makanan, termasuk daging, ikan, kacang-kacangan, dan minyak nabati.
Gaya Hidup Tetap Menjadi Dasar Pencegahan
Meski membahas peran nutrisi dan mitokondria, Dr. Sae-Lao tetap menempatkan kebiasaan hidup sehat sebagai fondasi pemeliharaan kesehatan jantung.
Pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan berkala menjadi beberapa langkah yang perlu dilakukan secara konsisten.
Kerangka kesehatan kardiovaskular dari American Heart Association juga mencakup sejumlah faktor yang dapat dimodifikasi. Di antaranya aktivitas fisik, pola makan, menghindari nikotin, tidur yang cukup, serta menjaga berat badan.
Pengendalian sejumlah indikator kesehatan juga penting. Faktor tersebut meliputi kadar glukosa darah, kolesterol, dan tekanan darah.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan jantung dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Nutrisi pada tingkat sel dapat menjadi bagian dari pembahasan, tetapi tidak menggantikan pentingnya kebiasaan hidup sehat.
Beban Penyakit Jantung Masih Tinggi di Asia
Perhatian terhadap kesehatan kardiovaskular juga berkaitan dengan besarnya beban penyakit tersebut di kawasan Asia.
Studi yang dikutip dalam siaran pers menyebut Asia menyumbang 61,3 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular secara global. Beban penyakit di kawasan tersebut juga disebut 8,3 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia.
Data tersebut memperlihatkan pentingnya upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menjaga pola makan, bergerak aktif, tidur cukup, dan memantau faktor risiko dapat menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan jantung.
Pada akhirnya, kesehatan jantung tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan atau zat gizi. Kondisi sel, fungsi mitokondria, aktivitas fisik, kualitas tidur, pola makan, serta pengendalian faktor risiko perlu diperhatikan secara menyeluruh.
Baca Juga “Keamanan pangan perlu diperhatikan sejak proses produksi“