Pemkot Bandung Siapkan Kantong Parkir Festival Asia Afrika

Pemkot Bandung

Pemkot Bandung Siapkan Kantong Parkir dan Perketat Pengawasan saat Asia Africa Festival 2026

Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sejumlah kantong parkir serta memperketat pengawasan terhadap praktik parkir liar untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026. Langkah ini dilakukan agar mobilitas pengunjung tetap tertib sekaligus mengurangi potensi kemacetan di pusat kota selama festival berlangsung.

Selain menyediakan lokasi parkir resmi, Pemkot Bandung juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menyusun rekayasa lalu lintas yang mampu mengakomodasi tingginya volume kendaraan. Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Baca Juga “Tak Perlu Urus Visa Terpisah, Ini Cara Baru Liburan ke Arab Saudi

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik parkir ilegal maupun pungutan parkir yang merugikan masyarakat selama pelaksanaan acara.

Kantong Parkir Disiapkan di Sejumlah Titik Strategis

Pemkot Bandung telah menentukan beberapa lokasi yang akan difungsikan sebagai kantong parkir resmi selama Asia Africa Festival 2026. Area parkir tersebut tersebar di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Jalan Naripan hingga kawasan Cikapundung.

Penyediaan kantong parkir bertujuan memusatkan kendaraan pengunjung di lokasi yang telah disiapkan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar area festival. Langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di ruas jalan utama yang menjadi pusat kegiatan.

Keberadaan kantong parkir resmi menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengatur pergerakan kendaraan sekaligus memberikan kepastian lokasi parkir bagi masyarakat yang datang menggunakan kendaraan pribadi.

Pemkot Bandung Tegas Berantas Parkir Liar

Selain mengatur lokasi parkir, Pemerintah Kota Bandung akan meningkatkan pengawasan terhadap praktik parkir liar yang kerap muncul saat penyelenggaraan acara berskala besar. Pengawasan dilakukan untuk mencegah pungutan parkir yang tidak sesuai ketentuan maupun tindakan yang merugikan pengunjung.

Muhammad Farhan menegaskan bahwa petugas akan langsung mengambil tindakan apabila menemukan praktik parkir liar atau tarif parkir yang tidak sesuai aturan.

Ia menyatakan pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang memanfaatkan keramaian festival untuk melakukan pungutan ilegal. Kebijakan tersebut diambil demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengunjung.

Pengawasan juga diharapkan mampu menciptakan sistem parkir yang lebih tertib sehingga arus kendaraan menuju lokasi festival dapat berjalan lebih lancar.

Rekayasa Lalu Lintas Masih Difinalisasi

Untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas selama festival, Dinas Perhubungan Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung masih menyelesaikan kajian analisis dampak lalu lintas.

Kajian tersebut menjadi dasar dalam penyusunan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan selama Asia Africa Festival 2026. Pemerintah ingin memastikan setiap perubahan arus kendaraan dapat mengurangi kemacetan tanpa menghambat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi acara.

Rekayasa lalu lintas juga akan mempertimbangkan akses menuju area parkir, jalur kendaraan umum, serta mobilitas pejalan kaki agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lebih tertib.

Pemkot Bandung berencana mengumumkan skema rekayasa lalu lintas setelah proses kajian selesai sehingga masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan rute perjalanan sebelum festival dimulai.

Festival Tetap Digelar Berkualitas Meski Terapkan Efisiensi Anggaran

Muhammad Farhan menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026 telah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung Tahun 2026.

Meski demikian, pelaksanaan festival tetap mengikuti kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah. Konsep kegiatan disusun lebih sederhana tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan maupun daya tarik acara.

Menurut Farhan, efisiensi dilakukan pada aspek yang tidak memengaruhi pengalaman pengunjung. Pemerintah tetap berkomitmen menghadirkan festival yang mampu memperkuat citra Bandung sebagai kota penyelenggara berbagai agenda budaya dan pariwisata berskala internasional.

Asia Africa Festival selama ini menjadi salah satu agenda unggulan Kota Bandung yang menampilkan pertunjukan seni, budaya, serta mempererat hubungan sejarah Konferensi Asia Afrika dengan berbagai negara peserta.

Persiapan Matang Diharapkan Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung

Berbagai langkah yang dilakukan Pemkot Bandung menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026 yang tertib, aman, dan nyaman. Penyediaan kantong parkir, pengawasan parkir liar, serta penyusunan rekayasa lalu lintas menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran acara.

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Polrestabes Bandung, dan pemangku kepentingan lainnya, festival diharapkan mampu berlangsung tanpa kendala berarti serta memberikan pengalaman positif bagi masyarakat dan wisatawan.

Dengan persiapan yang semakin matang, Asia Africa Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, dan memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi penyelenggara event internasional.

Baca Juga “Kementerian Pariwisata sambut rencana restorasi Candi Prambanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *