Studi Ungkap Pemurni Udara HEPA Berpotensi Meningkatkan Kesehatan Otak
Penggunaan pemurni udara atau air purifier di rumah tidak hanya membantu menjaga kualitas udara, tetapi juga diduga memberikan manfaat bagi kesehatan otak. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa filter High-Efficiency Particulate Air (HEPA) berpotensi mengurangi dampak polusi udara dalam ruangan sekaligus meningkatkan fungsi kognitif, terutama pada orang dewasa berusia di atas 40 tahun.
Baca Juga “5 Tren Industri Kuliner dan Hospitality yang Mencuri Perhatian di FHI 2026“
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports dan menambah bukti bahwa kualitas udara memiliki hubungan erat dengan kesehatan sistem saraf. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengurangi paparan partikel halus di dalam ruangan dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir dan memori.
Penelitian Menguji Dampak Filter HEPA terhadap Fungsi Kognitif
Penelitian melibatkan 119 peserta berusia 30 hingga 74 tahun. Para peneliti menggunakan metode uji silang (crossover trial) untuk membandingkan penggunaan pemurni udara dengan filter HEPA dan perangkat tiruan yang tampak serupa tetapi tidak memiliki kemampuan penyaringan yang sama.
Kelompok pertama menggunakan pemurni udara HEPA selama satu bulan. Setelah menjalani masa jeda selama satu bulan, mereka beralih menggunakan pemurni tiruan selama satu bulan berikutnya. Kelompok kedua mengikuti urutan yang berlawanan agar hasil penelitian dapat dibandingkan secara lebih objektif.
Pada akhir setiap periode, seluruh peserta menjalani serangkaian tes untuk mengukur kemampuan kognitif, termasuk memori visual, kecepatan motorik, dan kecepatan pemrosesan informasi.
Hasil Penelitian Menunjukkan Peningkatan pada Peserta Berusia di Atas 40 Tahun
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peserta berusia lebih dari 40 tahun mampu menyelesaikan tes kognitif dengan lebih cepat setelah menggunakan pemurni udara HEPA dibandingkan saat menggunakan perangkat tiruan.
Nicholas Pellegrino, kandidat doktor di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat University of Connecticut, menjelaskan bahwa paparan polusi udara dalam jangka panjang telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan neurologis, termasuk penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Menurutnya, partikel polutan dapat memicu peradangan kronis dan stres oksidatif di dalam tubuh. Kedua kondisi tersebut berpotensi merusak neuron yang berperan penting dalam proses berpikir, mengingat, dan mengendalikan gerakan.
Pemurni Tiruan Juga Memberikan Efek yang Tidak Terduga
Meski demikian, Pellegrino menilai hasil penelitian kemungkinan masih bersifat konservatif. Ia menjelaskan bahwa perangkat tiruan ternyata tetap mampu mengurangi sebagian kecil partikel debu di dalam ruangan.
Akibatnya, kualitas udara selama penggunaan pemurni tiruan ikut membaik. Kondisi tersebut membuat selisih manfaat antara filter HEPA dan perangkat tiruan menjadi lebih kecil dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian lanjutan dengan desain yang lebih ketat masih diperlukan untuk mengetahui besarnya manfaat filter HEPA secara lebih akurat.
Kualitas Udara Menjadi Faktor Penting bagi Kesehatan Otak
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak penelitian yang menghubungkan paparan polusi udara dengan penurunan fungsi otak. Partikel halus berukuran PM2.5 diketahui mampu masuk ke dalam paru-paru, kemudian memicu respons peradangan yang dapat memengaruhi berbagai organ, termasuk otak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan bahwa polusi udara menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis. Selain berdampak pada sistem pernapasan dan jantung, kualitas udara yang buruk kini semakin sering dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dan meningkatnya risiko demensia.
Karena itu, menjaga kualitas udara dalam ruangan menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi tinggi atau memiliki anggota keluarga yang rentan terhadap gangguan kesehatan.
Penelitian Masih Perlu Diperluas
Meski hasil penelitian menunjukkan manfaat yang menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa penggunaan pemurni udara bukan satu-satunya cara menjaga kesehatan otak. Pola hidup sehat, aktivitas fisik yang rutin, konsumsi makanan bergizi, kualitas tidur yang baik, serta pengendalian faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes tetap menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi kognitif.
Ke depan, penelitian dengan jumlah peserta yang lebih besar dan durasi pengamatan yang lebih panjang diperlukan untuk memastikan sejauh mana penggunaan pemurni udara HEPA dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak serta membantu menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif.
Baca Juga “Penelitian ungkap alasan ada percakapan yang langsung terasa nyambung“