Studi Ungkap Pendekatan Baru untuk Kanker Payudara Agresif

Kanker Payudara Agresif

Studi Temukan Pendekatan Baru untuk Menekan Penyebaran Kanker Payudara Agresif
Peneliti di Australia menemukan pendekatan potensial untuk menekan penyebaran kanker payudara triple-negatif (TNBC), salah satu subtipe kanker payudara yang agresif. Temuan ini mengarah pada peluang penggunaan terapi yang sudah tersedia untuk kelompok pasien tertentu.

Peneliti Identifikasi Saklar Molekuler pada TNBC
Studi tersebut menemukan peran molekul alami bernama miR-342 dalam mengendalikan penyebaran TNBC. Peneliti juga mengaitkannya dengan aktivitas jalur E2F, yaitu rangkaian proses molekuler yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel kanker.

Baca Juga “La Beauté Louis Vuitton Jadi Koleksi Makeup Pertama Kolaborasi Perdana Nicolas Ghesquière & Pat McGrath yang Hadirkan Dua Kepribadian

Pasien dengan kadar miR-342 rendah dan aktivitas E2F tinggi memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit metastasis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kombinasi kedua penanda tersebut berpotensi membantu memperkirakan risiko penyebaran kanker.

Dalam model praklinis, peneliti kemudian menguji efek pemulihan kadar miR-342. Hasilnya menunjukkan penurunan penyebaran sel kanker ke organ lain, termasuk paru-paru dan tulang.

Palbociclib Berpotensi Digunakan untuk TNBC Tertentu
Tim penelitian juga menguji palbociclib, obat yang telah digunakan untuk menangani kanker payudara stadium lanjut dengan reseptor hormon positif. Obat tersebut bekerja sebagai penghambat CDK4/6, protein yang berperan dalam pengaturan pembelahan sel.

Pada model dengan kadar miR-342 rendah, palbociclib secara signifikan menekan pertumbuhan tumor metastasis. Hasil tersebut membuka kemungkinan untuk menguji kembali penggunaan inhibitor CDK4/6 pada kelompok TNBC tertentu.

Namun, temuan ini masih berasal dari penelitian praklinis. Efektivitas dan keamanan pendekatan tersebut pada pasien TNBC tetap perlu dikonfirmasi melalui penelitian klinis pada manusia.

TNBC Memiliki Pilihan Terapi yang Lebih Terbatas
TNBC tidak memiliki reseptor estrogen, progesteron, maupun protein HER2 dalam jumlah yang menjadi sasaran terapi kanker payudara tertentu. Karena itu, sejumlah terapi yang efektif pada subtipe lain tidak dapat digunakan dengan cara yang sama untuk TNBC.

Subtipe ini mencakup sekitar 10 hingga 15 persen diagnosis kanker payudara di Australia. Peneliti menyebut TNBC juga berkontribusi secara tidak proporsional terhadap kematian akibat kanker payudara karena kecenderungannya tumbuh dan menyebar lebih cepat.

Metastasis menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kanker. Ketika sel kanker menyebar dari tumor awal ke organ lain, pengobatan menjadi lebih kompleks dan tujuan terapi sering berfokus pada pengendalian penyakit serta peningkatan kelangsungan hidup.

MiR-342 Dapat Membantu Menentukan Kelompok Pasien
Temuan mengenai miR-342 berpotensi memberikan pendekatan yang lebih terarah dalam memilih pasien. Pengukuran kadar molekul tersebut dapat membantu peneliti menentukan pasien TNBC yang mungkin memiliki karakteristik sesuai untuk terapi penghambat CDK4/6.

Pendekatan berbasis biomarker seperti ini penting karena tidak semua pasien memiliki karakteristik molekuler yang sama. Identifikasi kelompok yang paling mungkin merespons terapi juga dapat membantu mengarahkan penelitian klinis secara lebih efisien.

Penelitian tersebut dipublikasikan di EMBO Molecular Medicine. Lektor Kepala Philip Gregory dari Universitas Adelaide menjadi salah satu penulis senior penelitian tersebut.

Gregory menekankan bahwa sebagian besar kematian akibat kanker payudara berkaitan dengan penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Karena itu, memahami mekanisme metastasis menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi dampak penyakit.

Penelitian Klinis Menjadi Tahap Berikutnya
Hasil penelitian ini memberikan dasar untuk mengeksplorasi strategi baru terhadap TNBC, terutama pada pasien dengan karakteristik miR-342 rendah dan aktivitas E2F tinggi. Penggunaan kembali obat yang telah tersedia juga dapat menjadi salah satu jalur penelitian yang menarik.

Meski demikian, hasil dari model praklinis belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa palbociclib atau pemulihan miR-342 efektif mengobati TNBC pada manusia. Uji klinis tetap diperlukan untuk menilai manfaat, dosis, keamanan, serta kelompok pasien yang paling sesuai.

Jika penelitian lanjutan memberikan hasil positif, pengukuran biomarker miR-342 dapat membantu memperluas pilihan terapi berbasis karakteristik biologis tumor. Pendekatan tersebut berpotensi mendukung pengobatan TNBC yang lebih personal dan terarah.

Baca Juga “Poltekpar Lombok disiagakan bantu warga terdampak kebakaran Desa Sade

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *