Tiga Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Setelah Makan Malam agar Pencernaan Tetap Nyaman
Kebiasaan yang dilakukan setelah makan malam dapat memengaruhi proses pencernaan dan kualitas tidur. Meski setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, dokter spesialis gastroenterologi menyebut ada beberapa aktivitas yang sebaiknya dihindari setelah menyantap makan malam.
Langkah sederhana seperti memberi jeda sebelum berbaring, tidak langsung berlari, dan menghindari alkohol menjelang tidur dapat membantu mengurangi risiko refluks asam, gangguan pencernaan, hingga tidur yang kurang berkualitas. Rekomendasi ini juga sejalan dengan prinsip kesehatan pencernaan yang menekankan pentingnya memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan secara optimal.
Baca Juga “Cara Menyimpan Bawang Kupas dalam Jumlah Banyak agar Tetap Segar dan Tidak Berlendir“
1. Hindari Langsung Berbaring Setelah Makan Malam
Berbaring segera setelah makan malam dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai refluks asam dan sering memicu sensasi panas di dada atau mulas yang mengganggu waktu istirahat.
Ahli gastroenterologi Edmundo Rodriguez-Frias, M.D., menyarankan agar seseorang tetap berada dalam posisi tegak selama sekitar dua hingga tiga jam setelah makan.
Menurutnya, posisi berbaring terlalu cepat membuat isi lambung lebih mudah terdorong ke kerongkongan akibat pengaruh gravitasi. Akibatnya, risiko gangguan pencernaan meningkat dan kualitas tidur dapat menurun.
Sebagai alternatif, manfaatkan waktu setelah makan malam untuk melakukan aktivitas ringan seperti merapikan rumah, membaca buku, atau berjalan santai. Aktivitas tersebut membantu tubuh tetap tegak tanpa memberikan beban berlebihan pada sistem pencernaan.
2. Jangan Langsung Berlari Setelah Makan
Olahraga memang penting bagi kesehatan, tetapi waktu pelaksanaannya juga perlu diperhatikan. Berlari sesaat setelah makan malam bukan pilihan yang ideal karena tubuh sedang memprioritaskan proses pencernaan.
Ahli gastroenterologi Savita Srivastava, M.D., menjelaskan bahwa setelah makan, tubuh memasuki fase “istirahat dan mencerna”. Pada fase ini, aliran darah lebih banyak diarahkan ke saluran pencernaan untuk membantu menyerap nutrisi.
Ketika seseorang langsung berlari, tubuh mengalihkan aliran darah ke otot. Kondisi tersebut dapat mengurangi suplai darah ke usus sehingga memicu keluhan seperti kram perut, mual, hingga diare saat berolahraga.
Apabila ingin melakukan latihan dengan intensitas tinggi, sebaiknya beri jeda beberapa jam setelah makan besar. Sementara itu, aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi sebagian orang.
3. Hindari Minum Alkohol Menjelang Tidur
Mengonsumsi alkohol setelah makan malam juga dapat berdampak pada kesehatan pencernaan dan kualitas tidur. Selain memengaruhi pola tidur, alkohol dapat memperburuk gejala refluks asam.
Dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi Michael Bass, M.D., menjelaskan bahwa alkohol dapat membuat katup di bagian bawah kerongkongan menjadi lebih rileks. Katup tersebut berfungsi mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
Saat fungsi katup melemah, asam lambung lebih mudah naik sehingga memicu rasa tidak nyaman di dada dan tenggorokan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan seseorang lebih sering terbangun pada malam hari dan bangun dalam keadaan kurang segar.
Bagi orang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), membatasi konsumsi alkohol pada malam hari dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu mengurangi kekambuhan gejala.
Menjaga Kebiasaan Setelah Makan Malam untuk Mendukung Kesehatan
Menjaga kebiasaan setelah makan malam merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Menghindari langsung berbaring, menunda olahraga berat, dan tidak mengonsumsi alkohol menjelang tidur dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Jika keluhan seperti mulas, nyeri ulu hati, atau refluks asam terus berulang meski sudah menerapkan kebiasaan yang lebih sehat, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menemukan penyebabnya sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.
Baca Juga “Kemarin pendaftaran film Oscar dibuka, Mazda CX-5 terbaru diluncurkan“