Unila Gelar Grand Opening Festival Kuliner Jelajah Rasa

unila

Universitas Lampung Gelar Grand Opening Festival Kuliner “Jelajah Rasa” di Area Shuttle Bus
4
Libatkan 80 UMKM dan Pimpinan Kampus, Unila Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif

Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) resmi membuka Festival Kuliner bertajuk “Jelajah Rasa” yang digelar di kawasan Shuttle Bus Unila pada Kamis, 19 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus membangun ruang interaksi ekonomi, edukasi, dan promosi akademik dalam satu agenda terpadu.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., membuka acara secara langsung. Turut hadir Ketua Senat, para Wakil Rektor, dekan dan wakil dekan, kepala bagian di lingkungan Unila, serta mitra eksternal seperti perwakilan BSI Lampung.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa festival ini tidak sekadar menjadi pusat transaksi kuliner. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa yang membuka stan diharapkan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan fakultas dan program studi masing-masing kepada pengunjung.

Baca Juga “Pemkab Samosir Gelar Festival Kuliner dan UMKM di HUT Ke 22

Menurutnya, pendekatan ini memperkuat fungsi kampus sebagai ruang promosi akademik yang kreatif. Mahasiswa tidak hanya belajar berwirausaha, tetapi juga membangun kebanggaan terhadap identitas keilmuan yang mereka tekuni.

Festival “Jelajah Rasa” diikuti sekitar 80 tenan UMKM yang berasal dari internal maupun eksternal kampus. Peserta menghadirkan beragam produk, mulai dari makanan tradisional Lampung, jajanan nusantara, minuman modern, hingga produk olahan kreatif berbasis UMKM.

Keikutsertaan pelaku usaha eksternal memperluas jejaring kemitraan kampus dengan masyarakat. Model kolaborasi ini dinilai efektif untuk mempertemukan mahasiswa, pelaku usaha, dan institusi pendidikan dalam satu ekosistem produktif.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., yang juga menjabat Pelaksana Tugas Ketua BPU Unila, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam membangun ekonomi berbasis kolaborasi.

Ia menyatakan Unila ingin menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui festival ini, kampus menyediakan ruang bagi UMKM untuk meningkatkan omzet sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Momentum pelaksanaan festival yang mendekati bulan Ramadan juga menjadi pertimbangan strategis. Panitia berharap kegiatan ini memudahkan mahasiswa dalam mengakses makanan berbuka puasa tanpa harus meninggalkan area kampus.

Selain itu, fasilitas yang tersedia di lokasi dinilai mendukung kenyamanan pengunjung. Area Shuttle Bus dipilih karena strategis dan mudah dijangkau oleh sivitas akademika maupun masyarakat umum.

Kehadiran mitra perbankan dalam pembukaan acara menunjukkan dukungan terhadap pengembangan UMKM kampus. Kerja sama ini membuka peluang pembinaan usaha, digitalisasi transaksi, hingga akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Secara nasional, tren kewirausahaan mahasiswa terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak perguruan tinggi mendorong inkubasi bisnis dan program student entrepreneurship sebagai bagian dari strategi penguatan kompetensi lulusan.

Unila memanfaatkan festival ini sebagai wadah praktik langsung bagi mahasiswa. Mereka belajar mengelola stok, menentukan harga, menyusun strategi promosi, serta membangun komunikasi dengan pelanggan.

Kegiatan ini juga memperkuat citra Unila sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi kreatif. Kampus tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberi ruang pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.

Panitia menargetkan festival ini menjadi agenda rutin tahunan. Evaluasi pelaksanaan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada periode berikutnya.

Dengan terselenggaranya grand opening Festival Kuliner “Jelajah Rasa”, Unila menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan yang terhubung dengan masyarakat. Kampus berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, UMKM, dan sektor keuangan dalam jangka panjang.

Baca Juga “Panduan Kuliner di “Negara” Blok M yang Nikmat dan Patut Kamu Coba”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *