Waktu Terbaik Minum Teh Hijau untuk Membantu Fokus
Teh hijau kerap dipilih sebagai minuman pendamping aktivitas karena mengandung kafein dan L-theanine. Kombinasi kedua senyawa tersebut dapat membantu mendukung kewaspadaan dan konsentrasi tanpa menggantikan kebutuhan tubuh terhadap makanan dan istirahat.
Satu cangkir teh hijau mengandung sekitar 35 miligram kafein. Kandungan tersebut lebih rendah dibandingkan banyak jenis kopi, sehingga teh hijau dapat menjadi pilihan bagi orang yang menginginkan asupan kafein dalam jumlah lebih moderat.
Pertengahan Pagi Jadi Waktu yang Bisa Dipertimbangkan
Tidak ada bukti yang menunjukkan satu waktu tertentu sebagai waktu terbaik secara universal untuk minum teh hijau demi meningkatkan fokus. Namun, ahli diet merekomendasikan pertengahan pagi atau awal siang sebagai waktu yang dapat dipertimbangkan.
Baca Juga “Cara Masak Ikan Salmon agar Lembut dan Tidak Amis, Lengkap Tips Anti-Overcooked“
Ahli diet terdaftar dan ahli herbal Jenna Volpe mengatakan kafein serta antioksidan dalam teh hijau membutuhkan waktu untuk mencapai tingkat penyerapan puncak.
“Beberapa penelitian terbaru menemukan bahwa dibutuhkan sekitar satu jam untuk mencapai tingkat penyerapan kafein dan antioksidan puncak dalam teh hijau,” ujar Volpe.
Karena itu, minum teh hijau sekitar satu jam sebelum periode yang membutuhkan konsentrasi tinggi dapat menjadi pilihan praktis. Waktu tersebut tetap perlu disesuaikan dengan respons tubuh terhadap kafein.
Kafein dan L-Theanine Mendukung Kewaspadaan
Teh hijau mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang secara alami terdapat dalam daun teh. Senyawa ini sering dikaitkan dengan kondisi mental yang lebih tenang ketika dikonsumsi bersama kafein.
Kafein sendiri bekerja sebagai stimulan yang membantu meningkatkan kewaspadaan. Kombinasi kafein dan L-theanine membuat teh hijau menarik bagi orang yang membutuhkan fokus tanpa menginginkan efek stimulasi yang terlalu kuat.
Namun, respons setiap orang terhadap kafein berbeda. Jennifer Pallian, B.Sc., RD, menegaskan bahwa belum terdapat bukti yang menetapkan satu waktu terbaik bagi semua orang untuk mengonsumsi teh hijau demi memperoleh fokus optimal.
Matcha Dapat Memberikan Asupan Senyawa Lebih Pekat
Matcha juga berasal dari tanaman teh hijau, tetapi daun diproses menjadi bubuk halus yang kemudian dikonsumsi secara utuh. Cara konsumsi tersebut membuat kandungan senyawa dari daun dapat masuk ke dalam minuman secara lebih langsung.
Menurut Volpe, bentuk bubuk dapat meningkatkan paparan terhadap kafein, L-theanine, dan katekin dibandingkan teh hijau yang diseduh kemudian ampas daunnya dibuang.
Meski demikian, kandungan kafein dalam matcha tetap perlu diperhatikan. Orang yang sensitif terhadap kafein sebaiknya mempertimbangkan jumlah konsumsi dan waktu minumnya.
Hindari Teh Hijau Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur
Waktu konsumsi juga perlu disesuaikan dengan pola tidur. Priscilla Swahn, M.S., RD, menyarankan agar konsumsi teh hijau tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.
Kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam. Jika seseorang sensitif terhadap kafein, minum teh hijau pada sore atau malam hari berpotensi mengganggu kualitas tidur.
Gangguan tidur justru dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi pada hari berikutnya. Karena itu, manfaat teh hijau untuk fokus perlu dipertimbangkan bersama kebutuhan tubuh untuk mendapatkan tidur yang cukup.
Minum Teh Hijau Setelah Sarapan
Mengonsumsi teh hijau pada pagi hari juga dapat menjadi pilihan, terutama jika seseorang meminumnya setelah sarapan. Teh sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti makanan.
Menurut Swahn, sarapan dengan protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat dapat membantu menyediakan energi yang lebih stabil sepanjang pagi.
Teh hijau dapat menjadi bagian dari rutinitas tersebut. Namun, kandungan kafein, L-theanine, dan antioksidan dalam teh tidak dapat menggantikan energi serta zat gizi yang diperoleh tubuh dari makanan.
Fokus Tidak Hanya Bergantung pada Teh Hijau
Kemampuan mempertahankan fokus sepanjang hari dipengaruhi berbagai faktor. Asupan makanan, hidrasi, aktivitas fisik, waktu istirahat, dan kualitas tidur turut menentukan kemampuan seseorang menjaga konsentrasi.
Pallian menyarankan agar seseorang mengambil jeda singkat ketika energi dan konsentrasi mulai menurun. Istirahat sejenak dapat membantu memulihkan perhatian sebelum kembali melakukan aktivitas.
Menjaga hidrasi juga penting. Membawa botol air dan minum secara berkala dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari.
Jangan Lewatkan Waktu Makan
Asupan makanan yang tidak mencukupi dapat membuat energi menurun dan mengganggu kemampuan berkonsentrasi. Karena itu, menjaga jadwal makan menjadi bagian penting dalam mendukung fokus.
Volpe menjelaskan bahwa perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi fokus dan fungsi kognitif. Ia menyarankan pola makan seimbang sebanyak tiga kali sehari dengan camilan sesuai kebutuhan.
Komposisi makanan juga perlu diperhatikan. Sumber protein, karbohidrat kaya serat, lemak sehat, sayuran, dan buah dapat membantu menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
Aktivitas Fisik Membantu Menjaga Konsentrasi
Olahraga teratur juga dapat mendukung fungsi kognitif. Aktivitas seperti latihan aerobik, latihan kekuatan, atau kombinasi keduanya dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang menunjang kesehatan otak.
Tidak selalu diperlukan latihan dengan durasi panjang. Swahn menyebut jalan kaki singkat dapat menjadi cara sederhana untuk menyegarkan tubuh ketika konsentrasi mulai menurun.
Dengan demikian, teh hijau dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kewaspadaan. Waktu yang paling sesuai bergantung pada kebutuhan aktivitas dan sensitivitas tubuh terhadap kafein.
Secara umum, pertengahan pagi hingga awal siang dapat menjadi waktu yang layak dicoba. Namun, hindari konsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur jika kafein mudah mengganggu kualitas istirahat.
Baca Juga “Studi: Kreatin berpotensi jaga kekuatan otot setelah usia 45“